Saya lahir di kota kecil, di ujung timur surabaya. Di kota itu saya menjalani kehidupan mulai sejak kecil hingga beranjak dewasa. Masa kecil yang saya lalui begitu indah, sebab teman-teman sangat baik. Apalagi menginjak kelas 6 SD, saya dekat dengan beberapa orang teman dimana hingga akhirnya kami menjadi sahabat hingga sekarang. Walaupun sekarang kita menjalani kehidupan di kota yang berbeda, akan tetapi kami tidak pernah lupa akan satu sama lain. Pada suatu saat, semasa kita SMU saya bertemu dengan salah satu teman kecil saya. Sekarang kita sama-sama sudah dewasa, ternyata dia sekolah di salah satu SMU favorit di Jember. Saya benar-benar tidak tau akan hal itu, karena kita sudah sangat lama sekali tidak pernah bertemu dan tidak saling kontek. Pada waktu itu sekolah saya mengadakan pagelaran khusus siswanya dan kebetulan saya mengisi salah satu acara di sana. Kemudian setelah acara selesai ada seorang pria menemui saya. Dia sangat tampan. Ia bertanya padaku.
“Siapa namamu?” Aku menjawabnya penuh rasa malu.
“Namaku Ayu.”
“Oh… Ayu…anaknya pak Yakub, kakaknya…Yopi?
“Iya…kok saudara bisa tahu!” sambil heran dan asing.
“Ini saya. Hendra…temannya Agus. Teman kamu juga, waktu di SD. Kamu ingat?” Aku sangat heran, tetapi ini sangat menakjubkan. Hendra yang dulu sangatlah berbeda dengan Hendra yang sekarang.
“Oh…iya…aku ingat…ingat. kamu Hendra kan?” dengan nada separuh tak percaya.
Begitulah percakapanku dengan Hendra teman SD ku yang hampir saja aku lupakan.
Recent Comments