<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hawaauriz's Blog</title>
	<atom:link href="http://hawaauriz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hawaauriz.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jan 2009 11:55:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hawaauriz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hawaauriz's Blog</title>
		<link>http://hawaauriz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hawaauriz.wordpress.com/osd.xml" title="Hawaauriz&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hawaauriz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://hawaauriz.wordpress.com/2009/01/20/37/</link>
		<comments>http://hawaauriz.wordpress.com/2009/01/20/37/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 11:46:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hawaauriz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hawaauriz.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman tebu ( Saccaharum officinarum, L ) merupakan tanaman perkebunan semusim, yang mempunyai sifat tersendiri, sebab didalam batangnya terdapat zat gula. A. Sistematika Tanaman Tebu Devisio : Spermatophyta Sub devisio : Angiospermae Class : Moniocotyledoneae Ordo : Glumiflorae Famili : Poaceae Genus : Shaccharum Spesies : Shaccharum officinarum B. Syarat tumbuh tanaman tebu Syarat tubuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hawaauriz.wordpress.com&amp;blog=5854804&amp;post=37&amp;subd=hawaauriz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanaman tebu ( Saccaharum officinarum, L ) merupakan tanaman perkebunan      semusim, yang mempunyai sifat tersendiri, sebab didalam batangnya terdapat zat gula. A.	Sistematika Tanaman Tebu Devisio          : Spermatophyta Sub devisio    : Angiospermae Class              : Moniocotyledoneae Ordo               : Glumiflorae Famili             : Poaceae Genus             : Shaccharum Spesies            : Shaccharum officinarum           B.	Syarat tumbuh tanaman tebu Syarat tubuh tebu di dalam pembudidayaannya adalah : 1.	Curah Hujan        Pertumbuhan tanaman tebu pada masa vegetatif menuntut jumlah hujan bulanan minimal 100 mm selama 6-7 bulan sedang masa generatif mentut 2-4 bulan kering untuk proses kemasakan tebu ( curah hujan bulanan kurang dari 100 mm ) sedangkan curah hujan tahunan 1500 – 3000 mm ( Anonymous, 1981 )       Pertumbuhan tebu normal membutuhkan pertumbuhan vegetatif selama 6-7 bulan, dalam masa itu jumlah air yang dibutuhkan untuk evapotranspirasi adalah 3-4 mm air perhari berarti jumlah hujan bulanan selama masa pertumbuhan tebu minimal 100 mm. Lawat fase vegetatif tebu memerlukan 2-4 bulan kering ( &lt;100 mm ) untuk proses kematangan tebu bila curah hujan diatas evapotranspirasi akan berakibat kemasakan tebu terhambat dan kadar gula rendah ( Anonymous, 1981 )       Curah hujan yang tinggi pada waktu tanaman tebu mencapai umur masak akan menyebabkan pembentukan gula rendah. Sebab, sinar matahari terhalangi oleh awan, sehingga proses fotosintesis terhambat sekaligus proses pembentukan gula terhambat, terbentuknya rendemen rendah, dan tebu mencapai masak optimal terhambat pula ( Ahmad Supriyadi, 1992 ) 2.	Intensitas cahaya          Radiasi sinar matahari dibuthkan untuk membentuk kamar tumbuh akan mengatur pertunasan dan perpanjangan batang tebu serta dipakai untuk fotosintesis yang menghasilkan gula. ( Anonymous, 1981 ) 3.	Angin 	 Kecepatan angin kurang dari 10 km/jam sangat baik untuk pertumbuhan tebu, oleh karena itu angin dapat menurunkan suhu dan kadar gas asam arang (CO2) disekitar tajuk tebu. Kecepatan angin lebih dari10 km/jam didertai hujan lebat akan merugikan tanaman tebu karena dapat meningkatkan penguapan (Anonymous, 1981) 4.	Suhu 	Suhu optimal untuk pertumbuhan tebu berksar 24°– 30° C sedangkan beda suhu musiamn tidak lebih dari 6°C. Beda suhu siang dan malam di dataran tidak lebih dari 10°C. 5.	Kelembapan  	Kelembapan nisbi tinggi dapat membentuk kabut yang dapt menghalangi radiasi cahaya matahari sehingga proses fotosintesis terhambat.Kelembapan udara nisbi tidak banyak berpengaruh pada pertumbuhan tanaman tebu, asal cukup tersedia air dalam tanah    (Anonymous, 1986).</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                             &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:150%;margin:0 .9pt .0001pt 36pt;"><span lang="DE">Tahapan Kultur Jaringan Tebu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="DE"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="DE">Penyiapan media </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Penyiapan tabung-tabung kultur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-56.85pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 74.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Penuangan larutan media</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-56.85pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 74.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Kegiatan pemasakan media</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Penutupan tabung-tabung kultur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Kegiatan sterilisasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-21pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IT"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IT">Penyimpanan media pada ruang inkubasi media</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Media yang digunkan untuk perkembangbiakan kultur jaringan tebu adalah media MS dengan penggunaan ZPT untuk MS I adalah kinetin dan 2,4 D sedangkan pada MS II ZPT yang digunakan adalah kinetin dan IAA ( Komposisi media MS I dan MS II terlampir ). Dalam kegiatan pembuatan media harus menghasilkan media yang bebas dari mikroba. Oleh karena itu </span><span lang="SV">media yang dibuat harus disterilkan dengan menggunakan autoclave dengan suhu 121</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">º</span><span lang="SV">C, tekanan 1,5 psi selama 30 menit. Kemudian media yang dibuat tersebut dituang dalam botol yang sudah steril tadi lalu ditutup dengan alumunium foil.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Media yang terkontaminasi kemungkinan disebabkan karena kondisi laboratorium dan ruang pertumbuhan yang kurang steril serta tabung kultur yang tidak steril. Kondisi laboratorium yang tidak pernah dilakukan sterilisasi menggunakan formalin kemungkinan juga mempengaruhi proses pembiakan secara kultur jaringan. Penggunaan formalin ditujukan agar dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme phatogen sebagai sumber kontaminan bahkan dapat membuat mikroorganisme tersebut mati. Jadi formalin sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran pembiakan kultur jaringan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:15pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="DE"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="DE">Inisiasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Pengambilan eksplan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Pembersihan eksplan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Persiapan laminar </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Kegiatan penanaman/inokulasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Penyimpanan hasil inisiasi pada rak kultur</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Dalam melakukan kegiatan inisiasi pengenalan eksplan sangat dibutuhkan, karena apabila kita mengetahui sifat fisiologi dari eksplan tersebut maka akan lebih mudah dalam melakukan perkembangbiakan secara kultur jaringan ini. Keadaan eksplan juga sangat menentukan sekali dalam kultur jaringan. Apabila keadaan eksplan tersebut tidak sehat atau tidak sesuai dengan kriteria sebagai eksplan yang baik maka kemungkinan besar hasil yang akan di dapat tidak akan optimal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Adapun kriteria-kriteria tanaman<em> Shaccharum officinarum</em><strong> </strong>yang dapat digunakan sebagai eksplan adalah sebagai berikut:<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Bebas hama dan penyakit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="DE">Bagian tanaman yang akan digunakan sebagai bahan eksplan harus bebas dari hama dan penyakit tanaman. Hama yang biasa menyerang pada tanaman ini adalah penggerek pucuk, penggerek batang. Sedangkan penyakit yang sering muncul adalah penyakit mozaik yang disebabakan oleh virus.<span> </span>Tanda-tanda tanaman<em> Shaccharum officinarum</em> apabila terserang oleh penggerek pucuk adalah terdapat lorong gerek pada ibu tulang daun, deretan lubang gerekan, lorong gerek yang lurus di bagian tengah pucuk tanaman sampai ruas mudadibawah titik tumbuh. Sedangkan tanda-tanda apabila tanaman <em>Shaccharum officinarum</em> terserang penggerek batang adalah timbulnya bercak-bercak putih bekas gerekan pada daun, terdapat lorong gerekan pada bagian dalam pelepah serta terdapat lorong gerekan pada ruas-ruas. Penyakit mozaik yang disebabkan karena virus ini akn menimbulkan noda atau garis berwarna hijau dan kuning pada daun yang sejajar dengan bekas pembuluh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Umur tanaman <em>Shaccharum officinarum</em> antara 5-6 bulan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="DE">Keadaan eksplan dalam umur fisiologi juvenil akan cenderung lebih cepat berkembang dibandingkan dengan eksplan yang umur fisiologinya mendekati masa mature. Bagian tanaman yang akan digunakan sebagai eksplan yang mempunyai umur fisiologi mendekati mature seringkali mengalami browning yang pada akhirnya akan menimbulkan kematian pada tanaman tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="DE">Inisiasi adalah kegiatan penanaman eksplan pada media buatan yang telah mengandung nutrisi yng dibutuhkan oleh tanaman. Sebelum melakukan kegiatan inisiasi langkah awal yang ahrus dilakukan adalah<span> </span>sterilisasi bahan tanam. Sterilisasi bahan tanaman (eksplan) merupakan hal penting yang dapat menentukan keberhasilan penanaman secara in vitro. Eksplan yang akan ditanam harus bebas dari mikroorganisme kontaminan. Tahap sterilisasi sering menjadi kendala utama dalam perbanyakan tanaman secara in vitro. Apalagi pada tanaman tebu yang mempunyai kandungan senyawa fenol yang cukup tinggi. Untuk tanaman<em> Shaccharum officinarum</em> ini tehnik sterilisasi yang digunakan sedikit dengan tanaman yang lainnya, karena eksplan yang diambil dari pucuk berbentuk pelepah yang apabila dilakukan perendaman dengan clorox atau detergent akan menimbulkan kemungkinan browning dan kontaminasi yang cukup besar. Oleh karena itu pada tanaman ini sterilisasi yang dilakukan hanya dengan melakukan penyemprotan dengan alkohol 96 % yang kemudian dibakar diatas lampu bunsen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:48pt;text-align:justify;text-indent:24pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Pada divisi inisiasi ini penanam bertugas menyiapkan eksplan dalam kondisi yang steril sehingga dapat ditumbuhkan pada media yang sesuai dengan tanaman tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Inisiasi tanaman tebu ( <em>Shaccharum officinarum</em><strong> )<span> </span>:</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Sterilisasi eksplan ( diluar laminar ) :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengambil pucuk tebu <span style="font-family:&quot;">± </span>4 ruas</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengupas pelepah tebu damn memotongnya menjadi lebih kecil ( <span style="font-family:&quot;">±</span> 20 cm )</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mencuci dengan air mengalir</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Membawa kedalam Laminar</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 63pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Sterilisasi eksplan ( didalam laminar ) :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menyemprot eksplan menggunakan alcohol 96 %</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Membakar eksplan yang telah disemprot dengan alcohol pada lampu Bunsen</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Eksplan siap ditanam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Inisiasi eksplan :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menyiapkan alat dan bahan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mengupas pelepah tebu hingga mendapatkan bagian yang diinginkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memotong pucuk <span style="font-family:&quot;">±</span> 10 cm</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memotong pucuk menjadi lebih kecil ( 2 cm )</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menanam pada media MS 1</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-63pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 81pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menyimpan pada ruang pertumbuhan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;">Dalam inisiasi ini sering terjadi kontaminasi, <span lang="DE">hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Keadaan eksplan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="DE"><span> </span><span> </span>Ekspan yang akan ditanam harus bebas dari hama,<span> </span>penyakit maupun mikroorganisme lain yang kurang menguntungkan untuk tanaman. Umur tanaman juga mempengaruhi dalam pertumbuhan tanaman. Apabila tanaman yang akan digunakan untuk eksplan berumur kurang dari 4-5 bulan maka kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang sangat sulit karena tanaman tebu yang masih muda mengandung senyawa fenol yang sangat tinggi sehingga akan mengakibatkan browning dan pada akhirnya eksplan akan mati. Sedangkan tanaman tebu yang berumur lebih dari 5 bulan akan sulit untuk tumbuh. Hal itu disebabkan karena tanaman berada pada masa matur/pertumbuhan yang lanjut sehingga sifat totipotensi pada sel tersebut sangat sedikit sekali atau bahkan tidak ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Aseptisitas pekerja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:9pt;line-height:150%;"><span lang="DE"><span> </span><span> </span>Kebersihan pekerja juga perlu diperhatikan didalam perkembangbiakan secara kultur jaringan ini. Apabila pekerja dalam kondisi yang aseptis maka akan memperkecil kemungkinana terjadinya kontaminasi. Sebelum pekerja memasuki ruang penanaman terlebih dahulu harus mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik, kemudian setelah berada diruang penanaman pekerja harus menyemprotkan alkohol pada badan dan tangan hingga lengan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Keadaan pekerja yang kurang aseptik akan memungkinkan terjadinya kontaminasi. Jadi didalam perkembangbiakan secara kultur jaringan ini keseterilan pekerja juga sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan penanaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Sterilisasi alat dan bahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="DE"><span> </span>Peralatan yang harus steril adalah laminar AFC , alat-alat diseksi, tabung kultur dan ain-lain. Pada laminar sudah dilengkapi dengan blower, lampu UV sehingga dapat mensterilkan ruangan dalam laminar. Akan tetapi sebelum menggunakan laminar sebaiknya disemprot menggunakan alkohol 70 %. Alat-alat diseksi juga perlu adanya sterilisasi, apabila alat-alat tersebut tidak disterilisasi kemungkinan unutk terjadinya kontaminasi akan besar karena bekas-bekas eksplan ataupun media yang tersisa pada alat-alat diseksi akan mejadi sumber kontaminan. Oleh karena itu alat-alat diseksi juga perlu disterilisasi. Sterilisasi tabung dilakukan menggunakan oven.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="DE">Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan inisiasi/penanaman yakni sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Alat dan bahan yang dimasukkan dalam laminar harus dipastikan dalam keadaan steril sehingga perlu dilakukan penyemprotan dengan alkohol 70 % </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Untuk mengurangi masuknya mikroorganisme yang tidak diinginkan, sebelum membuka tabung kultur sebaiknya mulut tabung digarang pada api terlebih dahulu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Kegiatan penanaman diusahakan dilakukan dengan cepat, karena semakin cepat dilakukan penanaman maka eksplan tidak akan terlalu lama berikatan dengan oksigen sehingga kemungkinan untuk browning semakin kecil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="DE"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="DE">Subkultur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Kultur jaringan pada tebu mulai dari eksplan – kalus – tunas – planlet. Kegiatan sub kultur yang<span> </span>dilakukan pada tanaman tebu yang pertama adalah dalam bentuk kalus. Seteleh melakukan penanaman (inisiasi) dalam jangka waktu 1,5 bulan tumbuh menjadi kalus, kemudian kalus tersebut<span> </span>di sub kultur dan ditanam lagi ke media MS I. setelah kalus tadi menjadi banyak maka dilakukan sub kultur ulang dan dipindhkan ke media MS II unutk mendapatkan tunas. Setelah menjadi tanaman lengkap </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">± 3 &#8211; 4 </span><span lang="SV">dilakukan sub kultur lagi</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span></span><span lang="SV">(rooting) unutk memperbenyak tunas sekaliguas untuk perakaran. Kemudian dari media MS II padat dipindahkan kemedia MS II cair. Planlet yang dipindahkan pada media MS II cair selain untuk mendapatkan akar, planlet yang dipindahkan pada MS II cair beatangnya akan lebih besar dan kuat sehingga kemungkinan untuk hidup pasca aklimatisasi sangat besar. Hal itu disebabkan pada media cair planlet mengadsorsi nutrisi yang terdapat pada media dengan sempurna. Sehingga kebutuhan nutrisi tanaman dapat terpenuhi secara optimal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam sub kultuur tebu adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Laminar air flow cabinet</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Alat diseksi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Lampu spirtus</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Alumunium foil</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Alcohol</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Alcohol rendaman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Tabung kultur</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Media MS I dan II</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">Adapun prosedur sub kultur I dan II adalah sebagai berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menyiapkan alat dan bahan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Membuka alumunium foil sebagai penutup dari tabung kultur yang sebelumnya sudah digarang terlebih dahulu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Untuk</span></em></strong><strong><em><span style="text-decoration:underline;"> SK</span></em></strong><strong><em><span style="text-decoration:underline;"> I</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengeluarkan kalus dari tabung kultur (untuk SK I )</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memotong-motong kalus menjadi kecil ( sebesar biji kacang hijau )</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menanam pada media SK I</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menutup tabung kultur menggunakan alumunium foil</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menyimpan pada ruang inkubasi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Melakukan pengamatan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:center;text-indent:48pt;line-height:150%;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span lang="IT">Untuk SK II<span> </span>pada media padat</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengeluarkan planlet dari tabung kultur</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Membersihkan planlet dari sisa-sisa agar-agar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memotong akar yang terlalu panjang</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memangkas / mengurangi daun planlet tebu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memisahkan planlet yang berumpun menjadi individu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IT"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IT">Menanam pada media MS II padat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menutup tabung kultur menggunakan alumunium foil</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menyimpan pada ruang inkubasi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Melakukan pengamatan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span lang="IT">Untuk SK II pada media cair</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Mengeluarkan planlet dari tabung kultur</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Membersihkan planlet dari sisa-sisa agar-agar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memotong akar yang terlalu panjang</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memangkas / mengurangi daun planlet tebu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Memisahkan planlet yang berumpun menjadi individu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IT"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IT">Menanam pada media MS II cair</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menutup tabung kultur menggunakan alumunium foil</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Menyimpan pada ruang inkubasi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="DE"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="DE">Aklimatisasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="DE">Aklimatisasi adalah masa adaptasi tanaman hasil pembiakan secara kultur jaringan yang semula kondisinya terkendali kemudian menjadi berubah pada lingkungan yang tidak terkendali, disamping itu tanaman juga harus mengubah pola hidupnya dari tanaman heterotrof menjadi tanaman autotrof. </span><span style="color:black;" lang="SV">Tahap ini tidak kalah pentingnya dalam pembiakan secara kultur jaringan. Apabila dalam tahap aklimatisasi berhasil maka secara keseluruhan perkembangbiakan secara kultur jaringan berhasil pula. Masa aklimatisasi ini merupakan masa kritis bagi tanaman karena tanaman yang semula mendapat nutrisi dari media secara tiba-tiba harus mencari makanan (nutrisi) sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="DE">Pada dasarnya proses aklimatisasi planlet dihadapkan pada : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Kelembaban yang berkurang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Temperatur yang lebih tinggi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Intensitas cahaya yang lebih tinggi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Perlu mengadakan proses fotosintetis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 6pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]-->Adanya serangan hama dan penyakit</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 18pt;"><span lang="DE">Dengan demikian agar<span> </span>dapat terhindar dari hal-hal diatas maka perlu diatasi dengan cara sebagai berikut : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Penyiapan media planlet</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Sleksi planlet</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Pencucian planlet</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Perlakuan planlet dengan fungisida atau bakterisida </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Penanaman </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Pemeliharaan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="DE"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Pemindahan ketempat pembibitan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="DE"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:24pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Aklimatisasi dilakukan apabila planlet sudah mempunyai akar, daun sudah nampak hijau dan mempunyai batang. Aklimatisasi sebaiknya dilakukan di dalam green house atau tempat yang ternaungi. Media untuk aklimatisasi dapat menggunakan dengan perbandingan beberapa bahan tertentu, dalam kegiatan aklimatisasi tanaman tebu menggunkan media campuran antara tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1:2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Media yang digunakan dalam kegiatan aklimatisasi sebaiknya disterilisasi terlebih dahulu dengan formalin. Media tersebut dimasukkan kedalam drum kemudian disemprot dengan formalin, lalu didiamkan selama 2 minggu setelah itu media tersebut dijemur hingga formalin menguap. Media yang telah disterilisasi tadi diletakkan dalam bedengan/seed box yang berada didalam screen house. Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk kegiatan aklimatisasi adalah: Alat tulis, bak semai, pisau, gunting, gembor sementara bahannya adalah planlet, media aklimatisasi (campuran antara tanah, pasir dan kompos) dan tali rafia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="DE"><span> </span>Adapun prosedur kerja dalam aklimatisasi tanaman tebu adalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="DE"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Menyiapkan alat dan bahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="DE"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Mencampur media antara pasir, tanah, kompos dengan perbandingan 1:1:2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="DE"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Mengisi bak semai dengan media yang telah dicampur </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="DE"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Mengeluarkan planlet dari botol kultur secara hati-hati </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="DE"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Membersihkan akar tanaman dari sisa-sisa agar yang menempel dengan air mengalir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="DE"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Merendam planlet pada larutan fungisida </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="DE"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Memangkas daun dan akar tanaman untuk mengurangi penguapan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="DE"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="NO-BOK">Menanam planlet pada bedengan/bak semai </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="DE"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Menyiram tanaman dengan menggunakan sprayer hingga diperoleh hasil semprotan yang lebih halus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="DE"><span>10.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Membersihkan alat yang digunakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Setelah tanaman selesai ditanam pada bedengan maka dalam rentang waktu 1- 1,5 bulan maka tanaman di pindahkan pada polybag. Dimana alat dan bahan yang diguanakan antara lain adalah polybag, gunting, media pertumbuhan ( tanah, pasir dan kompos ). Adapun prosedur pemindahannya adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Menyiapkan alat dan bahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Mencabut tanaman yang berasal dari bedengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Memotong akar ¾ bagian dan memangkas daun yang ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Memasukkan media tanah, pasir dan kompos dalam polybag</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Memisahkan tanaman yang menjadi satu rumpun hingga menjadi tanaman individu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Menanam pada media yang telah disiapkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Membersihkan alat yang telah digunakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;" lang="DE"><span>Ø<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="DE">Menyiram tanaman yang baru dipindahkan tersebut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="DE">Setelah tanaman diaklimatisasi tahap selanjutnya adalah perawatan tanaman hasil aklimatisasi. Tanaman yang berada dalam bedengan diberi pupuk ZA 3 gr/liter setiap satu minggu sekali. Selain itu penyirman dilakukan setiap hari selain itu juga rumput perlu disiangi setiap satu munggu sekali. Sedangkan tanaman yang berada di polybag pemumupukan dilakukan setiap satu minggu sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hawaauriz.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hawaauriz.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hawaauriz.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hawaauriz.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hawaauriz.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hawaauriz.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hawaauriz.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hawaauriz.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hawaauriz.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hawaauriz.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hawaauriz.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hawaauriz.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hawaauriz.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hawaauriz.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hawaauriz.wordpress.com&amp;blog=5854804&amp;post=37&amp;subd=hawaauriz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hawaauriz.wordpress.com/2009/01/20/37/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e231cc84f21323744c8605b938e73341?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hawaauriz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kultur Jaringan Anggrek</title>
		<link>http://hawaauriz.wordpress.com/2008/12/17/kultur-jaringan-anggrek/</link>
		<comments>http://hawaauriz.wordpress.com/2008/12/17/kultur-jaringan-anggrek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 13:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hawaauriz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[aklimatisasi]]></category>
		<category><![CDATA[anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[kultur jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman anggrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hawaauriz.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Autho KULTUR JARINGAN TANAMAN ANGGREK Anggrek (Orchidaceae) menempati posisi penting dalam industri florikultura di Indonesia. Popularitas ini disebabkan oleh warna dan bentuk bunga yang unik serta periode bunga segar (vase life) lebih panjang dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Disamping anggrek mempunyai nilai ekonomis tinggi, anggrek juga mempunyai berbagai keunggulan, antara lain (a). peluang  pasar luas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hawaauriz.wordpress.com&amp;blog=5854804&amp;post=3&amp;subd=hawaauriz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="MsoNormalTable" style="text-align:center;height:215px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="647">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;"><span style="color:#ffffcc;" lang="EN-US">Autho</span></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">KULTUR JARINGAN</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"> TANAMAN ANGGREK </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:0;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-5 alignleft" title="Anggrek" src="http://hawaauriz.files.wordpress.com/2008/12/foto121.jpg" alt="anggrek" width="141" height="120" /></dt>
</dl>
<p><strong></strong></p>
<p style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:left;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> Anggrek (<em><span style="font-family:&quot;">Orchidaceae</span></em>) menempati posisi penting dalam industri florikultura di Indonesia. Popularitas ini disebabkan oleh warna dan bentuk bunga yang unik serta periode bunga segar (vase life) lebih panjang dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Disamping anggrek mempunyai nilai ekonomis tinggi, anggrek juga mempunyai berbagai keunggulan, antara lain (a). peluang  pasar luas, bisa dijual dalam bentuk bibit dalam botol, kompot, tanaman hias pot, juga sebagai bunga potong; (b). plasma nutfahnya melimpah sebagai induk silangan untuk menghasilkan varietas baru dan (c). tidak membutuhkan</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US">lahan yang luas dalam budidayanya.<br />
Perhatian masyarakat terhadap anggrek menunjukkan konsistensi peningkatan dari waktu ke waktu. Minat masyarakat untuk memelihara tanaman anggrek dengan tujuan komersil tetap tinggi, namun perbenihan tanaman anggrek belum ditata secara baik.</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US"> Oleh karena itu diperlukan adanya suatu perbanyakan, agar dapat terus menumbuhkan tanaman anggrek. Salah satu perbanyakan yang dapat memperbanyak anggrek secara maksimal adalah melalui kultur jaringan.<a rel="attachment wp-att-30" href="http://hawaauriz.wordpress.com/2008/12/17/kultur-jaringan-anggrek/lanjutan3/">http://kultur jaringan anggrek.com</a><a rel="attachment wp-att-26" href="http://hawaauriz.wordpress.com/?attachment_id=26"></a></span><!--[endif]--></p>
<p style="text-indent:21.3pt;line-height:150%;text-align:left;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hawaauriz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hawaauriz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hawaauriz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hawaauriz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hawaauriz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hawaauriz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hawaauriz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hawaauriz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hawaauriz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hawaauriz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hawaauriz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hawaauriz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hawaauriz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hawaauriz.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hawaauriz.wordpress.com&amp;blog=5854804&amp;post=3&amp;subd=hawaauriz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hawaauriz.wordpress.com/2008/12/17/kultur-jaringan-anggrek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e231cc84f21323744c8605b938e73341?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hawaauriz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hawaauriz.files.wordpress.com/2008/12/foto121.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anggrek</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
